Pagi kemarin, di sepanjang jalan Batu Aji menuju Muka kuning, saya melihat banyak sekali para pekerja yang masih menunggu kendaraan umum untuk membawa mereka ke tempat bekerja. Ternyata hari itu ada demo para supir angkutan umum, yaitu demo supir Mobil "Dapur Dua Belas" (bimbar) dan juga supir carry. Mereka berdemo di karenakan Trans Batam yang akan di tambah Armadanya dan di tambah jalurnya untuk beberapa tempat di Batam. Di beberapa titik terlihat pak polisi berjaga-jaga untuk mengamankan. Di Simpang STM, semua penumpang yang sudah naik Carry atau Bimbar dipaksa turun oleh para pendemo. Terpaksa sebagian mereka memilih jalan kaki hingga menemukan kendaraan yang bisa mengantar mereka ke tempat bekerja, terlihat wajah kecemasan di muka mereka karena takut terlambat untuk masuk kerja, karena pastinya jika terlambat masuk, gaji mereka akan di potong. Dan, yang kembali menjadi korban adalah para penumpang.
Sebagai angkoters sejati (sebutan untuk penumpang angkot) saya sudah merasakan bagaimana tidak enak dan tidak nyamannya menggunakan angkot terutama "Dapur dua belas" yang berwarna merah. Sopir angkot ini sangat amat tidak mementingkan keselamatan penumpang, yang mereka pikirkan hanya setoran dan uang yang akan mereka dapatkan. Bahkan para sopir terkesan ugal-ugalan dalam berkendara, dan bahkan mereka juga sering adu balap dengan angkot lain untuk mencari penumpang, belum lagi mereka juga sering ngetem sembarangan dan lama. Untuk pengendara lain baik mobil maupun motor yang tinggal di sekitaran Batu aji sudah paham betul dengan kelakuan angkot yang tidak tertib lalu lintas. Seringkali mereka yang sedang berjalan laju di jalur kanan, tiba-tiba nyalip mengambil jalur kiri tanpa memikirkan kendaraan yang ada di samping atau di belakangnya. Sering juga terjadi kecelakaan karena sopir angkot yang ugal-ugalan ini. Setau saya, angkot merah ini, kadang di sewakan oleh pemiliknya kepada sopir "tembak" (sopir dadakan) pada jam-jam tertentu, sehingga para sopir yang baru belajar dan tidak memiliki SIM bisa mengendarai angkot ini.
Di karenakan hal itu sejak beberapa bulan yang lalu saya lebih memilih berangkat kerja bareng suami, walaupun datang kepagian dan lebih cepat 1 jam dari jam kerja yang seharusnya. untuk pulang kerja saya lebih memilih naik carry yang relatif lebih aman dan nyaman. Para angkoters, mereka tidak mempunyai banyak pilihan untuk memilih kendaraan umum sementara mereka membutuhkan kendaraan umum sebagai sarana transportasi mereka.
Jika ingin angkot ini tetap beroperasi dan di sukai oleh para angkoters, ada baiknya mereka memperbaiki fasilitas dan kenyaman yang di berikan kepada penumpang sehingga, para penumpang merasa nyaman untuk menaiki angkot ini. Jika penumpang merasa aman dan nyaman mereka tidak akan memilih kendaraan lain.
Sekian curhatan CaMud (calon mamah muda) yang sudah menjadi angkoters sejati dari jaman SMK, curhatan ini tidak bermaksud menjelek-jelekan atau menyinggung pihak manapun. Sekian dan terima kasih :)
Di karenakan hal itu sejak beberapa bulan yang lalu saya lebih memilih berangkat kerja bareng suami, walaupun datang kepagian dan lebih cepat 1 jam dari jam kerja yang seharusnya. untuk pulang kerja saya lebih memilih naik carry yang relatif lebih aman dan nyaman. Para angkoters, mereka tidak mempunyai banyak pilihan untuk memilih kendaraan umum sementara mereka membutuhkan kendaraan umum sebagai sarana transportasi mereka.
Jika ingin angkot ini tetap beroperasi dan di sukai oleh para angkoters, ada baiknya mereka memperbaiki fasilitas dan kenyaman yang di berikan kepada penumpang sehingga, para penumpang merasa nyaman untuk menaiki angkot ini. Jika penumpang merasa aman dan nyaman mereka tidak akan memilih kendaraan lain.
Sekian curhatan CaMud (calon mamah muda) yang sudah menjadi angkoters sejati dari jaman SMK, curhatan ini tidak bermaksud menjelek-jelekan atau menyinggung pihak manapun. Sekian dan terima kasih :)



















