Monday, 20 January 2014

Menatap Punggung Muhammad


Dalam Buku ini ada potongan puisi yang dibuat oleh Johan Wolfgang Van Goethe (1749-1832) filsuf dan penyair besar asal Jerman seorang non muslim tentang sosok manusia Agung Nabi Muhammad SAW

banyak bintang yang berkelip-kelip
ada bulan yang bercahaya lembut
ada dian yang menerangi pondok petani
kilau lampu-lampu listrik di tengah kota
namun hanya satu matahari
cahaya di atas cahaya
dialah Muhammad
mahapemimpin
mahamanusia

Buku ini membuat saya banjir air mata ketika membacanya, kita di ajak mengenal Rosulullah dengan sudut pandang yang berbeda, dari sudut pandang seorang non muslim yang mencari tau tentang Siapa Muhammad? 
Dalam buku ini kita jadi tau akhlak Rosulullah yang luar biasa, keteladanan dalam kebaikan.

"Apakah yang lebih utama dan lebih penting dari pada iman?
ialah Ihsan / Kebaikan"


Monday, 13 January 2014

Maya

Seperti sabtu pagi biasanya, aku sudah melangkahkan kaki keluar kamar kos menuju Mesjid yang tak seberapa jauh dari kamar kos mungil milikku. Pagi ini suasananya sungguh menentramkan, matahari pagi yang tak terlalu menyengat, awan berarak meneduhkan serta angin sepoi menyapu kulit. sabtu adalah jadwalku dan saudari-saudari lain untuk "melingkar", aku lebih suka menyebutnya begitu. 

Setibanya di mesjid aku menuju beranda pojok tempat kami selalu melingkar, tapi ternyata disana belum ada sesiapa, aku duduk bersila disana dan mengeluarkan mushaf kecilku, ada yang belum tuntas aku kerjakan pagi ini yaitu mengkhatamkan 1 juz bacaan tilawahku, jadi aku menunggu saudari-saudari yang lain datang sembari tilawah.

Di pojok lain beranda mesjid aku melihat seorang ibu memakai gamis berwarna coklat dengan kerudung senada, entah mengapa aku merasa di perhatikannya sedari tadi, apakah ada yang aneh denganku? tanyaku dalam hati. Aku beranikan menatap balik wajahnya dan melemparkan seulas senyum, ia pun membalas senyumku. Kemudian dia berdiri dan mendekatiku sembari mengucap salam

"Assalamualaikum dik"

"Waalaikumusalam warahmatullah ibu" dia pun duduk di sampingku dan menjabat tanganku, mencium pipi kiri dan kananku kemudian memelukku erat, lama sekali. Aku heran dengan tingkah ibu ini, apa yang membuat ia berlaku demikian, dan ternyata si ibu yang masih memelukku ini, sedang terisak, ia menangis, tapi entah kenapa. Aku beranikan diri untuk bertanya " ibu kenapa? apa baik-baik saja? tanyaku cemas.

"duh maaf dek, tak seharusnya saya seperti ini" ibu itu berkata sambil melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya. "boleh saya tau nama adik siapa?" tanyanya kemudian.

"nama saya Laila bu, Laila Febrina, nama ibu siapa?" ujuarku mengenalkan diri

"Saya Aminah, ibu aminah", jawabnya sambil tersenyum, " kamu tinggal dimana? asli orang sini? kerja atau kuliah?" tanyanya beruntun

aku pun tersenyum "saya tinggal di sekitaran mesjid sini bu, nggak jauh cuma lima menit jalan kaki, saya bukan asli sini, saya dari Batam, saya baru pindah kerja kesini, belum dua bulan" jawabku.

"owh gitu, saya kira kamu asli orang sini, maaf kalau saya membuat kamu heran dan kaget dik, pasti kamu bertanya-tanya kenapa saya memeluk kamu dan mengangis, kamu mirip sekali dengan adik saya, mirip sekali". dia mengeluarkan telpon genggamnya.

"masa si buk? mungkin adik ibu salah satu dari tujuh kembaran saya di dunia" jawabku sambil bercanda.

ia pun memperlihatkan sebuah foto padaku, ada seorang perempuan berkerudung, bermata sipit, dan berkacamata di foto itu, dan ternyata benar, mirip sekali denganku, tapi yang di foto lebih cantik. aku tak bisa berkata apa-apa.

"mirip sekali bukan? namanya Maya, usianya sepantaran kamu, dulu dia kuliah di ITB jurusan teknik mesin, walaupun wajahnya terlihat feminim, dia sangat tomboy" bu aminah mulai menceritakan tentang adiknya itu. "dia sangat aktif dan ceria, siapa saja yang berada di dekatnya akan sangat senang, saya sangat menyayanginya".

"sekarang dia dimana bu?" tanyaku, penasaran saja ingin bertemu langsung, pasti seru bisa bertemu langsung dengan seseorang yang wajahnya mirip dengan kita.

Bu aminah tersenyum getir "dia meninggal satu tahun lalu, karna radang selaput otak yang di deritanya, ternyata dia sudah lama menyimpan sakitnya itu sendiri, kami sekeluarga tak ada yang tahu tenntang penyakitnya. Makanya begitu melihat kamu masuk tadi, saya langsung teringat dengan adik saya maya, saya sangat rindu bertemu dengannya".

"Aduh maaf buk, saya tak bermaksud membuat ibu bersedih" aku tak tau harus berucap apa lagi

"nggak kok, kamu nggak salah apa-apa, malah saya seneng banget bisa ketemu kamu, rindu saya terobati, boleh saya menganggap kamu adik saya, maaf mungkin ini terdengar lancang, karna kita baru saja bertemu, tapi entah mengapa begitu melihat kamu, saya langsung jatuh sayang dik" ucap bu aminah tulus.

"dengan senang hati bu, senang bisa punya keluarga baru di tanah rantau" jawabku senang.

Thursday, 9 January 2014

Waktu

Hei waktu
begitu cepat kau merubah segalanya
kini tak lagi ada sapa
tak lagi ada tawa
kita seperti tak pernah bersua

tapi waktu
aku tak bisa menyalahkanmu sepenuhnya
mungkin memang sudah begitu jalannya
karna memang tak ada selamanya

aku benci menjadi asing dimatamu
padahal dulu kita tak berjarak


Thursday, 2 January 2014

Piayu Laut - perjalanan terakhir di penghujung tahun

Gerbang Kampung Tua Piayu Laut
Kebetulan tanggal 31 Desember saya libur kerja, dari awal bulan udah mikir mau kemana, karna keadaan keuangan nasional yang tidak memungkinkan, jadi saya mencari tempat yang asik buat dijelajahi dan masih relatif deket dari rumah. Karna udah dua kali ke Piayu laut dan belum liat pantainya jadilah akhir tahun 2013 saya sempatkan untuk berkunjung kesana. Piayu laut adalah sebuah perkampungan tua yang rumah-rumahnya berada di pinggir laut dan berbentuk pelantar, dan disini juga terdapat beberapa Restoran seafood yang cukup terjangkau dan enak. 

Pantai Piayu laut


Pagi sekali saya dan Icha (Adik saya yang kedua) udah keluar rumah untuk menyambangi piayu laut ini, sengaja berangkat pagi supaya nanti nggak kepanasan sampai disana, karena lambung tengah yang belum di isi, jadinya kami mampir dulu di Puri Agung untuk menikmati Cuanki (udah beberapa bulan saya pengen banget makan ini, kayak orang ngidam ya? hehe..). Setelah sarapan kami langsung meluncur lagi dengan menggunakan motor, adik yang bawa, maklum saya BELUM bisa bawa motor. 


Rumah pelantar penduduk

Setelah sampai di tempat tujuan, kami parkirkan motor, kami langsung di sambut debur ombak yang memanjakan telinga dan angin semilir yang membuai. Disana hanya terlihat beberapa motor dan mobil yang di parkir, pantainya ternyata kecil banget, karena penasaran dengan tempat lain, kami menyusuri jalan setapak yang sudah di semen menuju bukit, eeh ternyata kami menuju tempat yang salah, malah nyampe nya ke kuburan, dan ada papan peringatannya, yang tidak berkepentingan di larang masuk, jadinya ya kami langsung balik arah. Kemudian kami menyusuri rumah-rumah penduduk yang berupa pelantar, berharapnya si ketemu pantai lagi ternyata nggak ada, terakhir kami melihat sebuah jembatan atau pelantar yang menuju sebuah tempat pemancingan di tengah laut, jadinya ya kami bernarsis ria disana. 



Icha
Terakhir, karena perut yang sudah keroncongan lagi, kami akhirnya mampir kesalah satu restoran yang ada di sana untuk menikmati seafood, sekedar rekomendasi, kalau kesini, makannya di restoran "Melayu jawa" aja, enak dan murah, letaknya di turunan sebelah kiri SD.


Seafood yang ada di "melayu jawa"

Dian & Icha

Resolusi 2014

Hari ini udah hari kedua aja di Januari 2014, belum telat kan ya buat nulis resolusi, sebenernya udah kepikiran dari kemaren-kemaren, cuma belum sempet aja nulis di blognya, maklum wanita sibuk hehe..

Resolusi untuk 2014

1. Pulang Kampung
Loh kok pulang kampung lagi yan? bukannya Februari lalu udah. iya emank udah, tapi udah kangen Amak (nenek) lagi. Amak juga gitu kangen banget sama cucu kesayangannya ini. Kata-kata amak beberapa waktu lalu masih terngiang terus di kepala, "Amak kangen, kalau bisa kita ketemu sekali lagi (setelah di translate dari bahasa Minang). Mendengar Amak berkata seperti itu, cucu mana coba yang nggak kepikiran, semoga di mudahkan untuk ketemu Amak Aamiin..

2. Dapet Kerjaan Baru
Hmm.. yang satu ini keinginan orang tua, setelah bawa pulang ijazah yang di dapet dengan susah payah itu (karna skripsinya), Amma dan Appa pengen anaknya dapet kerjaan yang lebih baik lagi, yang lebih menjanjikan kata mereka, sebenernya udah nyaman banget disini, bos yang baik, kerjaannya enak, temen-temen kerja yang baik dan kompak banget klo urusan jalan-jalan n ngembel hehe.. Tapi demi membahagiakan dan mewujudkan keinginan ortu, mari kita cari pekerjaan yang lebih baik :)

3. Menjejak Indonesia
Menjejak satu persatu surga yang Allah titipkan di negeri tercinta ini, yaitu Indonesia. Mungkin saya nggak akan pernah seperti Fiersa atau Annisa andini yang berkeliling Indonesia dari satu daerah ke daerah lain, saya hanya bisa menjejaki satu persatu tempat-tempat yang indah itu, dan sebelumnya harus menabung dan berburu tiket promo dulu hehe.. Semoga tahun ini bisa menjejak Bandung, Makasar, Surabaya, Bromo (setelah 2 tahun ternyata belum terealisasi juga, hope this year will be there) dan daerah-daerah mengagumkan lainnya yang ada di Indonesia.

4. Jadi Peserta Grand Louncing ODOJ
Grand louncing ODOJ (One Day One Juz) ini akan di adakan di Mesjid Istiqlal Jakarta, tanggal 11-12 Mei 2014 dengan 111.100 para Odojers. Semoga bisa jadi salah satu di antara para Odojers yang itu. Aamiin.. 
Pengen banget ketemu dengan para shalihat yang ada di seluruh penjuru negeri :)

5. Mewujudkan keinginan sederhana Amma (mama)
Keinginan Amma sederhana banget, cuma pengen libur jualan di bulan Ramadhan tahun ini, semoga saya bisa mewujudkan keinginan sederhana Amma itu.. Aamiin Yaa Robbalalamin..

Semoga semua resolusi 2014 bisa tercapai,, Aamiin Ya Robbal Alamiin... ^^

Monday, 30 December 2013

Suka duka 2013

Tak terasa hari berganti dan kita sudah sampai di penghujung tahun 2013. Alhamdulillah,, begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada saya di tahun 2013, ada suka, duka, senyum, tawa, air mata, bahagia, sakit hati, lelah, jemu, dll. Dan memang begitulah hakikat kehidupan, ketiga bahagia datang kita bersyukur ketika musibah datang kita bersabar. Ada impian-impian yang terwujud di tahun ini, dan yang luar biasanya lagi banyak banget bonus-bonus yang Allah berikan kepada saya.

Berdasarkan resolusi tahun lalu saya urutkan yang telah tercapai maupun tertunda atau belum terlaksana :)

1. Pulang kampung
Alhamdulillah, karena tiket yang memang sudah di tangan, saya bisa juga menjejakkan kaki di Payakumbuh tercinta, selain karena kangen Amak misi lain adalah untuk menghadiri pernikahan sepupu dan juga menjelajah ranah minang dan wisata kuliner. Walaupun tidak semua tempat tercapai di jejaki tapi saya cukup puas, dan terakhir kepulangan ke Batam harus ditutup dengan kejadian duka, ayah dari sepupu saya meninggal tepat satu hari sebelum kepulangan saya ke Batam sehingga kepulangan saya di batalkan dan di tambah beberapa hari lagi di kampung. Begitulah kematian, kita tak pernah tau kapan kita di panggil, kita hanya menunggu giliran. Semoga jika kita di panggil nanti dalam keadaan khusnul khotimah, dalam keadaan taat dan beriman kepadaNya, Aamiin...
ini beberapa cerita selama di kampung


2. Kelarin Skripsi & Wisuda
Alhamdulillah akhirnya skripsi tentang perencanaan pajak itu selesai juga walaupun jadinya harus nambah satu semester lagi (sebenernya cuma dua minggu) tapi tetep di hitung 1 semester. Dan saya tetep bisa wisuda di tahun ini, ini yang paling luar biasa banget, saya sidang skripsi seminggu sebelum pendaftaran wisuda di tutup hehe... cerita selengkapnya inidisini dan disini

3. Jalan-jalan ke Palembang dan ke Bromo
Tiket ke Palembang yang telah di beli di akhir tahun (tiket promo) harus direlakan dengan berat hati karena si maskapai (Batavi*) mengalami pailit dan kebangkrutan sehingga semua tiket yang sudah di beli oleh penumpang jauh-jauh hari tak bisa digunakan, sempet nyesek si sebenernya tapi apa mau dikata, terpaksa direlakan, tapi Alhamdulillahnya rencana Allah bener-bener tak terduga, gagal ke palembang di ganti dengan Singapura & Malaysia cerita selengkapnya iniini, ini dan disini

Impian dari tahun lalu yang belum kesampean yaitu ke Bromo dan berharap di tahun ini bisa terealisasi, tapi Allah berkehendak lain, ketika temen di kantor udah ngajakin dan saya tinggal pesen tiket dan minta izin dari orang tua saja, ternyata saya tak mendapatkan izin tersebut, sempet sedih banget tapi ya mau gimana lagi, tapi akhirnya kesedihan itu bisa di obati dengan perjalanan saya menjejak Jogja.

Selain itu banyak bonus-bonus lain berupa tempat-tempat yang bisa saya jejaki di tahun ini , walaupun hanya jarak dekat tetapi sungguh istimewa, setapak demi setapak bisa menjejaki keindahan Indonesia :)
Satu lagi sebenernya resolusi di tahun ini yang belum terlaksana, dan sepertinya tidak memungkinkan untuk di masukkan pada resolusi tahun depan, harus bersabar sampai 2015 :)

Sebaik-baiknya manusia berencana Allah lah yang menentukan segala sesuatunya, sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, sebaliknya sesuatu yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah, kita hanya bisa berencana, berikhtiar dan berdoa.

Jangan takut bermimpi besar, karena kita punya Allah yang Maha Besar ^_^

Thursday, 26 December 2013

One Day One Juz (ODOJ)

Nama komunitasnya ODOJ singkatan dari One Day One Juz, sebuah gerakan yang di pelopori oleh komunitas Rumah Qur'an yang di gagas oleh mahasiswa di Jakarta. Komunitas ini adalah sebuah komunitas yang membawa anggotanya untuk aktif membaca Al Qur'an 1 Juz setiap harinya.


Pertama kali saya liat komunitas ini di TL FB, karena penasaran saya klik fanspagenya ODOJ dan setelah saya scroll dan di baca sampe bawah ternyata saya tertarik dan mendaftarlah via sms, ditunggu 1 hari dua hari kok nggak ada tanggapan, setelah bertanya ke teman yang telah bergabung, barulah tanggal 10 Desember saya bergabung dengan Grup ODOJ ini di Whatsapp, miminnya mbak Riza, dan hari itu kami menunggu terkumpul 30 Akhwat untuk bisa memulainya, setelah terkumpul 30 dan mulai lah kami melakukan pembagian Juz dan  memilih Juz mana yang akan pertama kali dibaca, karna saat itu saya sudah di Juz 15 jadi saya minta Juz 16 dan sekarang saya sudah sampai di Juz 30. 

Sungguh saya sangat amat bersyukur bisa bergabung dengan komunitas ini, setiap hari saya bisa berinteraksi dengah Al-Qur'an. Sebelumnya saya bisa membaca 1 juz sehari hanya ketika Ramadhan dan setelah itu hanya selembar atau dua lembar itu pun lebih banyak bolong dari pada nggaknya, tapi sekarang tiap hari saya bisa berinteraksi dengan Al-Qur'an, jika sedang berhalangan saya memilih opsi ke 3 dengan membaca terjemahannya.

Berada dalam komunitas ini membuat saya semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan juga saling berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat), bagaimana tidak bersemangat, ketika baru buka mata saja dan membuka HP ketika subuh, sudah banyak saja para Odojers (sebutan untuk anggota ODOJ) yang melapor Done/Kholas, dan juga di grup ini kita saling di mengingatkan, saling menyemangati dan saling sharing ilmu, dan saya merasakan indahnya Ukhuwah pada komunitas ini, walaupun tak saling bertemu dan terpisah jarak pulau maupun negara tapi berasa sangat amat dekat. 

Update terakhir sudah ada 40.000 an lebih yang bergabung dengan komunitas ini baik di Indonesia maupun di luar Indonesia, di Grup saya saja ada mbak yang tinggal di Jepang, dan saudara yang kuliah di Cairo pun sudah bergabung dengan komunitas ini. Semoga komunitas ini semakin banyak peminat dan istiqomah, menciptakan masyarakat yang cinta Al Qur'an dan selalu berinteraksi dengan Al Qur'an. Aamiin..


Owh ya 11 Mei 2014 nanti akan diadakan launching nasional ODOJ dan diadakan mabit bersama untuk semua Odojers di Mesjid Istiqlal Jakarta, semoga saya bisa menjadi salah satu Odojers yang hadir di sana Aamiin....


Membuat Kimchi rumahan

Sebagai salah satu penggemar Kimchi makanan Korea, yang dulu sampai bela-belain beli di salah satu restoran korea di bandung dan dipaketin ...