Kacewa, Itulah perasaan yang di
rasakan Salsabila saat ini, kecewa kepada keputusan orang tuanya. Enam
bulan perjuangannya untuk belajar mati-matian agar lulus seleksi untuk
mendapatkan beasiswa ke Jepang, dan betapa bahagianya dia setelah
mendengarkan pengumuman bahwa dia lulus seleksi dan mendapatkan beasiswa
tersebut.
Kebahagiaan
yang tak terkira yang di rasakannya berubah menjadi kecewa ketika
salsabila menceritakan semua itu kepada orang tuanya, orang tua
salsabila tidak mengizinkan dia untuk kuliah S2 di Luar negeri walaupun
dengan beasiswa sekali pun. Orang tuanya punya alasan yang kuat untuk
itu, mereka tidak punya sanak saudara di sana, dan juga salsabila
mempunyai penyakit magh kronis sehingga tidak akan memungkinkan untuk
salsa tinggal sendiri jauh di negara orang.
Satu
minggu salsa mengurung diri di kamarnya, bahkan untuk makan pun harus
di antar oleh adiknya ke kamar. Untuk beberapa saat ini dia tak ingin
bertemu dengan kedua orang tuanya dan berbicara dengan mereka.
Seminggu
mengurung diri di dalam kamar membuat dia memikirkan cara untuk
melampiaskan kekecewaannya dengan menggapai keinginannya yang lain.
Sejak dulu dia ingin sekali masuk ke salah satu Pesantren yang ada di
jawa dan menuntut ilmu disana. Apalagi setelah membaca salah satu novel
karya Ahmad Fuadi yang berjudul "Negeri 5 menara" membuat keinginan itu
semakin kuat, walaupun sudah berumur 22 tahun, bagi salsa, tak ada kata
terlambat untuk menuntut ilmu, apalagi ilmu agama.
Ilmu
agama adalah ilmu yang sangat penting, karena suatu saat salsa akan
menjadi seorang ibu, dan seorang ibu adalah madrasah pertama bagi
anak-anaknya. Bayangkan akan menjadi anak-anaknya kelak jika ia tak bisa
mengajarkan ilmu agama yang baik bagi anak-anaknya kelak. Ia berpikir,
untuk merubah suatu negara, kita mulai dengan diri dan keluarga kita
sendiri, lahirkan lah generasi yang ber akhlak mulia yang takut akan
Tuhannya sehingga generasi penerus negara ini adalah generasi penerus
yang baik.
Setelah
berpikir dengan matang dan beristikharah, akhirnya salsa memutuskan
untuk benar-benar akan menuntut ilmu di pesantren. Semua informasi yang
ia inginkan tentang pesantren yang ia akan tuju telah di dapatnya,
karena ada salah seorang sepupunya ada yang pernah mengajar di salah
satu pesantren di Jawa timur, sehingga mudah bagi salsa untuk bisa di
terima di pesantren tersebut.
Dengan
ijazah S1 akuntansi yang dimilikinya, salsa juga berharap, nanti
setelah di pesantren ia bisa sedikit membantu pesantren tersebut dengan
menjadi admin dsb, yang penting bisa membantu dan tidak merepotkan pihak
pesantren.
Tanggal
keberangkatannya ke Surabaya telah di tentukan, satu minggu dari
sekarang, tapi hingga saat ini, salsa belum memberitahukan perihal ini
kepada kedua orang tuanya, jika ia meminta izin kepada orang tuanya,
pasti tidak akan di izinkan, sehingga ia berpikir akan memberi tahukan
kedua orang tua nya setelah ia berada di pesantren. Ia akan pergi
diam-diam agar tidak ada orang yang tau baik itu orang tua, adik-adik,
teman bahkan sahabatnya sekali pun, biarlah hanya mas ivan sepupunya
yang tau.