bayang-bayang hanya berhak setia
menyusur partitur kecil
suaranya angin tumbang
agar bisa berpisah
tubuh ke tanah
jiwa ke angkasa
bayang-bayang ke sebermula
suaramu lorong kosong
sepanjang kenanganku
sepi itu, mata air itu
diammu ruang lapang
seluas angan-anganku
luka itu, muara itu
/ii/
di jantungku
sayup terdengar
debarmu hening
di langit langit
tempurung kepalaku
terbit silau
cahayamu
dalam intiku
kau terbenam
/iii/
kita tak akan pernah bertemu
aku dalam dirimu
tiadakah pilihan
kecuali disitu?
kau terpencil dalam diriku




