Monday, 5 January 2015

Kampung Tua Teluk Mata Ikan

Libur tahun baru selama 4 hari, karena tak memungkinkan buat jalan-jalan ke luar Batam, maka saya memutuskan keliling Batam aja, jelajah kampung tua. Di batam banyak banget terdapat kampung tua, tapi masih ada beberapa yang belum diakui pemerintah sebagai kampung tua.

Tujuan pertama kali ini adalah kampung Tering yang ada di Nongsa, karena searah dengan Kampung tua teluk mata ikan maka saya memutuskan untuk ke Teluk mata ikan terlebih dahulu. Dulu sewaktu saya masih SD, Amma dan Appa (orang tua) saya pernah mengajak saya ke kampung ini, tujuannya untuk bersilahturrahmi kesalah satu kenalannya Appa, setelah itu kami main di pantai, waktu itu sore menjelang magrib, laut sedang surut hingga jauh, jadi di pantai banyak banget kepiting-kepiting yang berkeliaran, karena gemes liatin si kepiting kecil, saya dan Amma asik untuk mencari si kepiting kecil hingga ke tengah, seneng banget bisa mengenang masa kecil tapi sayang nggak ada fotonya waktu itu.

Hari Jumat tanggal 2 Januari 2015, saya dan sepupu menggunakan motor menuju Nongsa, sebelumnya ke Bank dulu ngurusin gaji karyawan, trus sarapan cantik di "Mie Tarempa" Batam center. Arah ke teluk mata ikan gampang kok, dari simpang kabil ambil arah ke nongsa, kemudian lurus terus sampai pertigaan Batu besar, di pertigaan ini ambil arah ke kiri, lurus terus sampai ke perempatan Turi beach, jika ke turi lurus, ke kiri arah ke Palm Spring Golf jadi ambil jalan ke arah kanan, lurus terus, ketemu pertigaan lagi ambil arah kanan, nanti kelihatan gerbang kuning bertuliskan Kampung Tua Teluk Mata Ikan.

Gerbang Kampung Tua Teluk Mata Ikan

Di teluk mata ikan ini banyak terdapat rumah penduduk, tapi kebanyakan rumah-rumah disini bukan rumah pelantar (rumah panggung), dan di sepanjang pantai berdiri tegak tembok yang menjadi pembatas antara rumah penduduk dan pantai, jadi kalau mau ke pantai turun dulu dari tembok pembatas, karena saya mencari tempat yang langsung menuju pantai, kami jalan terus ke arah kanan, sampai ketemu jalan tanah, dan disana di sambut dengan danau berwarna hijau toscha yang cantik banget. Kami pun memarkir motor tak jauh dari danau, disini juga masih ada pagar tembok pembatas pantai tapi ada jalannya menuju pantai. Dari kejauhan wangi khas laut sudah tercium, bau amis hehe,, tapi agak sedikit kecewa karena laut yang deket ke pantai airnya keruh kecoklatan, agak ketengah baru bersih, nggak jadi deh niat buat nyempulin kaki di air lautnya dan juga di sepanjang pantainya di penuhi sampah coklat kehitaman seperti rumput laut gitu. Tapi besyukur banget bisa sampai di sini, bisa mengenang lagi masa kecil :)

Danau Toscha




pantai di Teluk Mata Ikan

Saya dan sepupu

Berjalan di pantai saya melihat siput, saya pun mengambilnya, ternyata masih ada isinya, kalau masih ada isinya begini biasa di sebut Umang-umang, sering banget di jadikan mainan buat anak-anak, di jual di depan SD dulu harganya gopek (lima ratus perak). Biar umang-umangnya keluar, harus di tiup dulu pake napas dengan mulut. mungkin karena si Mr umang-umang kebauan dengan bau mulut kali ya makanya keluar hehe..karena udah lama nggak main umang-umang jadi agak geli takut-takut gima gitu. 

Mr Umang-umang

Saya dan Mr Umang-umang

Bukit dekat penambangan

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan hingga ke ujung, menuju bukit, ternyata di bawah bukit ada yang sedang melakukan penambangan gitu, kayaknya si nambang pasir atau emas karena pipanya kecil-kecil. Owh ya di samping danau yang berwarna toscha ada juga danau yang berwarna kuning keruh karena dijadikan tempat penambangan juga.


Karena waktu itu sudah masuk waktu sholat dzuhur kami pun mencari mesjid terdekat, ada di tengah-tengah kampung, dan begitu kami sampai bapak-bapak baru keluar mesjid habis sholat Jum'at. perjalanan selanjutnya adalah mencari kampung tering, menurut petunjuk arah yang saya baca di salah satu koran, jika dari arah batu besar dari perempatan turi dan teluk mata ikan ambil kita ambil arah ke kiri, kampung tering terletak setelah Tering Resort. Jembatan tempat kapal-pal ferry lewat udah di lewati, rencana mau turun buat foto, tapi kepikiran nanti aja pas jalan pulang, trus Palm spring golf, nongsa beach (dulu jaman SMK pernah kemping beralaskan tikar beratapkan bintang-bintang disini) rencana mau mampir juga tapi mikirnya nanti aja pas jalan balik, dan tering resortnya udah kelewat juga tapi tetep aja nggak ketemu gerbang bertuliskan Kampung Tering, dan sampailah kami di pertigaan, kalau kekiri arah ke turi dan kami pun ambil jalan ke kanan, dan ternyata sampailah kami di batu besar, jadiiiiii kampung teringnya udah kelewat :'( :'( :'(hiks... hiks...

Semoga bisa kembali lagi ketempat teluk mata ikan lagi, tapi berharap pantainya sudah bersih dan airnya tak keruh lagi, lain kali harus sampai ke kampung tering dan nggak boleh kelewat lagi :)

Black & White

Wednesday, 31 December 2014

Resolusi 2015

Akhir tahun ditutup dengan kesalahan fatal, ternyata salah satu bank sebut saja Mandiri hari ini beroperasi hanya setengah hari, jadi seharusnya hari ini gajian ternyata ga jadi, rasanya nyesek banget, memang ini semua kesalahan saya karna tidak mengkonfirmasi ulang ke pihak mandiri (sebelumnya saya telepon ke mandiri katanya 31 buka, tapi nggak bilang kalau setengah hari). Padahal bakalan libur 4 hari tapi gagal gajian, saya nggak masalah sebenernya karena toh malam ini nggak bakalan kemana-mana, tapi saya sangat amat nggak enak hati dengan temen-temen yang lain, bersabar sampe jumat ya mbak2 n mas, semua karena kesalahan saya. Nomu nomu Mianhae :(

Mengingat kembali Resolusi saya di tahun ini, ternyata nggak semuanya kesampean, manusia hanya bisa berencana, Allah SWT yang menentukan segalanya.

1. Pulang kampung

Rencana Awal memang pulang kampung buat ngeliat Amak (nenek) yang lagi sakit, sepulangnya saya dari Bandung di bulan Mei, Ibu (kakak nya Amma) dan Amma memang udah gantian pulang kampung, kondisi amak memang sudah makin menurun, bahkan untuk makan dan minum saja beliau sudah kesulitan, dan terakhir saya dapat kiriman foto dari adik sepupu yang memperlihatkan foto amak yang sedang terbaring di tempat tidur, ya Allah bener-bener nggak tega liatnya, badan amak yang dulu lumayan berisi di foto itu tinggal kulit membalut tulang, tak tega sekali melihatnya, bahkan abang sepupu sewaktu melihat foto tersebut langsung memutuskan untuk segera pulang kampung. 

Beberapa hari setelah itu, kondisi amak makin menurun, sudah banyak karib kerabat yang datang untuk melihat amak, Amma yang waktu itu sedang berada di batam langsung mumutuskan untuk pulkam segera, saya pun tanpa pikir panjang langsung saja memutuskan untuk ikut amma pulang, dan Alhamdulillah ijin cuti dadakan di kantor langsung disetujui, saya bersyukur punya bos yang baik hati banget. 

1 Juni saya dan Amma pulkam, sebelumnya kami mampir ke kota padang untuk menjemput adik saya yang sedang berada di Padang untuk les persiapan masuk PTN, diperjalanan menggunakan travel dari Padang ke Payakumbuh, amma dapat telpon kembali, kondisi amak sudah semakin memburuk, kalau bisa kami segera datang. Saat memasuki Rumah, keluarga sudah berkumpul semua di ruang tengah, amak memang sudah di baringkan di ruang tengah sejak pagi. saya dan Amma langsung menghampiri Amak, beliau sudah tidak dapat membuka mata lagi, tapi sepertinya beliau tau kalau kami datang, beliau hanya meneteskan air mata, sungguh tak dapat digambarkan bagaimana rasanya, melihat seseorang yang dikasihi, terbaring lemah dan dalam keadaan tidak sadar. Semalaman kami sekeluarga menungui Amak, 

Keesokan paginya saya duduk bersama amak di ruang tengah, saya duduk di samping beliau, matanya masih tertutup, saya genggam tangan beliau, kemudian beliau mengguncang2 tangan saya dan air matanya kembali menetes, sepertinya beliau berusaha untuk minta maaf, sewaktu beliau masih sadar, siapa pun yang datang melihat beliau, selalu beliau terlebih dahulu minta maaf. Sedari siang keluarga jauh dan tetangga mulai berdatangan untuk melihat amak dan menunggui beliau d, malamnya perlahan-lahan anggota badan beliau sudah tidak bisa di gerakkan, di mulai dari kaki kanan, kemudian kaki kiri, tangan kanan dan terakhir kaki kiri, Di kamis malam jumat jam 23.40 beliau menghembuskan nafas terakhirnya, Innalillahi wainna ilaihi rojiun, kami sayang amak, tapi Allah lebih sayang amak. Semoga segala amal ibadah amak di terima disisi Allah SWT, dan kami dipertemukan kembali di syurganya kelak. Hiks.. Hiks..

with Amak 2013

2. Jadi peserta Grand Louncing ODOJ dan jalan-jalan ke Bandung

Cerita selengkapnya disini dan disini

Impian yang lainnya masih belum terealisasi, semoga saja bisa terwujud di 2015 Aamiin..


Resolusi untuk tahun 2015 

Entah mengapa, untuk resolusi di 2015 yang terpikirkan untuk saya hanya satu kata yaitu menikah :)

Semoga Allah SWT mempertemukan dengan orang yang tepat disaat yang tepat, yang baik untuk dunia & akhirat dan dipertemukan dengan jalan yang baik, jalan yang Allah SWT ridhoi. Aamiin Ya Robbal Alaamiin

  

Wednesday, 24 December 2014

Ayam Taliwang Senggigi Lombok - Batam

Bentar lagi 2014 segera berakhir dan ternyata postingan di tahun ini jauh banget di banding tahun lalu hiks... faktor G**** kali ya hihihi..

Kali ini postingannya makanan, terkhusus buat pecinta makanan pedas, tempat yang satu ini Recomended banget..
Dijamin setelah makan di sini telinga berasap, mata merem melek dan keringat bercucuran (eh nggak dink ruangannya ber AC) hehehe...

Nama Tempat nya Ayam Taliwang Senggigi Lombok, tenang nggak harus jauh-jauh ke Lombok kok, tempat makan ini letaknya di Nagoya City Walk Batam persis di seberangnya Sunboss. Dari berbagai tempat makan yang mengusung nama Taliwang, tempat makan ini yang paling nendang menurut saya pedesnya, dan juga ngalahin pedesnya Ayam Podomoro yang terkenal itu, dan yang pasti nggak perlu nunggu lama, hidangan sudah tersaji dan siap di santap. 

Tempat makannya juga enak, karena lokasinya di dalam Mal jadi di ruang tertutup gitu deh, tapi tenang ada sofa yang di tempatkan di teras juga kok, jadi buat yang pengen makan sambil di temenin AC alami alias angis cemilir bisa kok. Selain itu harganya juga cukup terjangkau untuk ukuran makanan Mal, nggak terlalu mahal. 

Banyak pilihan makanan yang disajikan, ada ayam, bebek dan ikan, pilihan pedesnya juga beda-beda, ada taliwang biasa, taliwang pedes, taliwang pedes banget dan juga taliwang cabe setan. Awalnya saya kira yang paling pedes itu yang cabe setan, ternyata salah, yang paling pedes itu taliwang pedes banget, begitu sambelnya masuk ke mulut, lidah langsung menjerit, dan telingan langsung berasap, dan saya cuma sanggup makan satu sendok, untuk yang cabe setan bisa di terima mulut, karena sambelnya berkuah gitu, trus agak asin gurih dan enak banget.

Akhir kata: Selamat mencoba :) :) 

Sambal Beberuk


Ayam Taliwang Cabe Setan




Friday, 28 November 2014

Perjalan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid

Untukmu anakku
taukah kamu nak?
perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan ke mesjid
sebab banyak orang kaya tidak sanggup mangerjakannya
jangankan sehari lima waktu bahkan banyak pula yang seminggu sekalipun terlupa
tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana

perjalan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid
karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya
walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa ataupun ke Amerika
mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australi  dan Korea dengan semangat yang membara
namun ke masjid tetap saja perjalan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitle S3

perjalan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid
karena para para pemuda yang kuat dan bertubuh sehat
yang mampu menaklukan puncak gunung Bromo dan Merapi pun
sering mengeluh ketika di ajak ke mesjid
Alasan mereka pun beragam
ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman di cap alim

perjalan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid
maka berbahagialah dirimu wahai anakku
bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke mesjid
karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki
tidak ada perjalan yang paling kami banggakan selain perjalanmu ke mesjid

biar aku beritahu rahasia kepadamu
sejatinya perjalanmu ke mesjid
adalah perjalanan untuk menjumpai Rabb mu
itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabimu
serta perjalan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabb nya

perjalan terjauh dan terberat  itu adalah perjalanan ke mesjid
maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh
demi mengenal Rabb mu


::  Sebuah audio yang masuk ke HP lewat Whatsapp, entah grup yang mana satu yang mengirim audio ini, tapi begitu mendengarnya, saya berpikir dan merenung, sering kali saya melangkahkan kaki ke banyak tempat, tapi seberapa sering saya melangkahkan kaki ke mesjid?

Maaf jika tidak tau sumber tulisan ini, tapi ada baiknya saya menulis ulang sehingga banyak yang membaca dan tersentuh hatinya, dan semoga bisa menjadi pahala bagi yang menulis dan membuat audio ini.

Friday, 14 November 2014

Ketika hujan

Ketika hujan 
Ribuan puisi di ciptakan
Oleh mereka yang sedang memendam kerinduan
Oleh mereka yang mengingat masa silam
Oleh mereka yang merasakan pedih tak tertahankan

Ketika hujan
Doa-doa dilangitkan
Para pendoa kegirangan
Karena harapan-harapan mereka akan dikabulkan

Ketika hujan
Mereka yang sedang sendiri
Merutuki kesepian

::Batam, 13 November 2014 23.45 WIB
Ketika hujan dan petir menyambar-nyambar

Friday, 7 November 2014

Ada Apa Dengan Cinta (2014)

Detik tidak pernah melangkah mundur
tapi kertas putih itu selalu ada
waktu tidak pernah berjalan mundur
dan hari tidak pernah terulang
tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru
untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab

*petikan puisi di mini dramanya AADC 2014

Dulu jaman SMP (2002) heboh banget dengan film dan sinetron ini,
nggak nyangka sekarang bisa nostalgia lagi
walaupun ini iklannya Li*e tapi keren
hahaha...
Selamat bernostalgia :) :)

Monday, 27 October 2014

Senyuman


Tak ada yang lebih mendamaikan selain Senyuman seorang ibu
berharap semoga selalu bisa mengukir senyum di wajah indah ini
LOVE YOU AMMA

Membuat Kimchi rumahan

Sebagai salah satu penggemar Kimchi makanan Korea, yang dulu sampai bela-belain beli di salah satu restoran korea di bandung dan dipaketin ...